Teknik Menulis Alam Pikiran dalam Karya Fiksi

Teknik Menulis Alam Pikiran dalam Karya Fiksi

Teknik, Tips dan Trik Menulis Cerpen, Cerbung dan Novel

Kenangan kapan saja bisa menjadi katana tajam yang menusuk dada dalam hati tedalam. Membentuk rangkaian cerita dalam minda.

Ilustrasi Foto Hijaber Instagram

Sungguhpun demikian terkadang menjelma menjadi sebentuk rindu saat menata aksara menjadi kisah. Demikian sedikit tentang alam pikiran, bagaimana caranya bisa menjadi teknik?

Seperti Apa Cerita dengan Teknik Montage?

Beberapa penulis pemula mungkin asing dengan tips dan trik menulis ini, dari pada penasaran kepoin cerita ini.

Suamiku Teman Masa Kecilku?

Anya menghela nafas memandang jauh keluar jendela pesawat yang sebentar lagi mendarat. Awan putih menjulang melandai-landai menghias langit.

Bibirnya manyun, ingatan tentang awan putih membawanya kembali saat ia masih gadis kecil mungil berusia sebelas tahun.

Itulah pertama bertemu dengan bocah jahil yang mengganggunya saat bermain ayunan di taman depan panti. Tentu saja ia kalah saat berebut ayunan, namun tangisanya mampu memenangkanya.

Bocah itu berkata padanya, "Udah jangan nangis, biar aku saja yang ngalah."

Menjadi butiran batu, lalu memenuhi mata, dada tidak terkendali. Anya menangis, siapa sangka bocah tengil itu kini sebentar lagi menjadi ayah dari bayi yang di kandungnya. Apakah itu tangisan bahagia atau justru sebaliknya?

Entahlah... Paling tidak Anya bisa sedikit lega karena sebentar lagi dunia akan mengakui cintanya. Bisa mempersembahakan malaikat kecil pada lelaki tercinta adalah anugrah terindah di dunia ini.

Bocah laki-laki itu memang bernama Raditya calon suaminya.

Anya tersenyum mengingat wajah gemesin lelakinya sewaktu kecil dulu. Siapa sangka jika akhirnya mereka akan segera menikah?

"Kamu nangis, Nya?" Jemari Raditya menyeka air mata pada wajah perempuan secantik bidadari itu.

"Enggak. Cuma kelilipan aja!" Kanya merajuk mencebik manja.

Raditya Putra Surya itu memeluknya. Ia tau apa yang ada dalam pikiran Anya. Tunagannya itu memang begitu sering mengingat masa lalu.

Bagaimana tidak, ibu- bapaknya sudah dikatakan meninggal sejak Anya bayi di panti asuhan. CUT

Pernah mendengar teknik menulis dengan memainkan alam pikiran? Adalah sebuah teknik menulis rahasia yang seharusnya tidak boleh dibagikan. Sebenarnya ini teknik menulis rahasia, seperti halnya Shintenshin No Jhutshu dalam anime Naruto.

Shintenshin No Jhutshu hanya dimiliki oleh Clan Yamanaka dan merupakan Jhutshu Terlarang InoShikaCou dari desa Konoha.

Aits tapi ini bukan membahas naruto ya, melainkan sebuah teknik menulis untuk sebuah karya fiksi atau novel.

Seperti biasa, sebelum melanjutkan jangan lupa subcribe blog bbb dan doakan penulisnya makin ganteng.

Okay, langsung saja, Inilah Teknik Alam Pikiran dalam Karya Fiksi, Silahkan Kepoin! Sebagai berikut:

Merupakan Penggabungan Montage Fiksi dan Stream of Consciousness

Taukah kamu apa itu montage fiksi? Adalah bagian dari teknik arus kesadaran, atau juga saya menyebutnya teknik alam pikiran. Walaupun dalam teknik montage lebih banyak memainkan pengambilan beberapa enggle atau gambar dalam suatu film, bedanya ini dimasukkan kedalam sebuah karya fiksi dalam hal ini bisa novel dan roman.

Ada beberapa teknik di dalam montage atau montase yang sering digunakan pada fiksi dan biar tidak bingung, pahami satu persatu dulu.

A. Multiple View.

Adalah memaparkan satu kejadian pada berbagai sudut pengambilan gambar atau pengambilan beberapa engle settings, peristiwa dalam satu narasi.

B. Slow-Ups

Pernah tonton film India? Biasanya paling banyak memakai teknik Slow- up. Yaitu memperlambat adegan. Terutama saat adegan romantis, berkelahi dan sesuai yang penuh emosi.

C. Fade-Outs

Adalah gambar atau adegan berrangsur-angsur pudar dan akhirnya menghilang.

D. Cutting

Paling sebel saat nonton film banyak yang di cutt, akan tetapi ini berbeda, penulis narasi sengaja menghentikan tiba-tiba suatu kejadian dan berpindah ke kejadian lain untuk menghindari alur yang bertele-tele.

E. Close-ups

Perlu diketahui, untuk memainkan Close Ups penting memahami teknik menulis detail tempat. Karena ini sangat berhubungan.

Apa itu? Adalah menampilkan detil dari suatu hal. Dalam film, bisa dilakukan dengan menyorot jarak dekat sesuatu, misal, wajah seseorang, ruangan, waktu, pencahayaan, bangunan dan keunikan atau sesuatu dari tokoh yang bisa membawa pembaca larut dalam emosi.

F. Flash-black.

Tolong dicatat baik-baik, flash back dan flash black itu berbeda. Flash Back berarti cerita kembali kemasa lampau. Sedangkan flash black adalah memaparkan suatu kejadian yang terjadi sebelum saat ini (past time diceritakan saat present time).

Sedangkan Stream of Consciousness adalah narasi arus kesadaran, pada dasarnya ini masih sama narasi arus kesadaran. Hanya tekniknya yang membedakan.

Apa tujuannya dibedakan? Adalah untuk memudahkan dalam belajar menulis.

"Ah teori doang, di google pan banyak?"

Mungkin itu yang ingin Anda sanpaikan atau, ah teori ma gampang tapi praktek yang bikin pusing. Atau justru tidak paham sama sekali? Oh tidak.

Sebenarnya saya sudah banyak membuat contoh di group bbb facebook beberapa tahun yang lalu. Akan tetapi nanti akan kita kupas tuntas di sini.

Biar saya semangat menulis untuk kasih contoh, jangan lupa bantu bagikan link blog ini biar rame gitu.

Example Teknik Menulis Alam Pikiran

Titik Kisah Sewindu

Pelupuk mata ini hanya mampu menatap sendu pada senja yang menjemput gelap. Tidak terasa sebulir tirta menetes dari sudut kelopaknya. Langkah gontai seakan ikut merasakan kepiluan yang seketika merasuk ke relung hati.

(Present Time/Saat Ini)

Ingatanku kembali membuka laci-laci kenangan masa silam. Sosok lelaki jangkung yang pernah menggenggam cintaku penuh kehangatan selama sewindu ternyata masih menagih rindu yang tersisa untuknya. Kata-kata itu terngiang dan membangunkan luka-luka yang telah kukubur.

(Flash black/ past time; menceritakan kejadian masa lalu. Untuk membedakan flash back biasa dengan flash black teknik montage adalah flash black ini bersifat MEMBAYANGKAN, lebih gambangnya adalah ingatan. Jadi bukan bercerita.

Dalam film biasanya ada gambar ingatan masa lalu. Kalau flash back biasa itu menceritakan masa lalu)

Tanpa terasa sebening tirta melompat jatuh membasaih pipiku. Menjadi butiran debu, memenuhi kelopak mata tidak terkendali.

(Close-Ups; dari membayangkan tadi langsung di close Up menampilkan gambar mata menangis)

"Dek, sebaiknya kita jalan masing-masing. Kita bercerai," ucapnya di seberang telpon.

Aku hanya mampu menahan getir pilu yang terasa sedingin kutub utara. Seakan tombak-tombak runcing menancap tepat di hati.

(Multiple View; pada bagian ini kata-kata suaminya seoalah terdengar lagi. Yaitu kata-kata saat mereka bercerai. Tapi saat ini bukan menceritakan gambar masa lalu, namun pada saat ini dan beberapa tampilan view atau sudut lainya)

"Mom, look at the butterfly is very beautiful." Panggilan Salsa membuyarkan lamunanku.

"Eh...Emm ya. Sayang."

(Cutting Dialog; hanya menampilkan percakapan anak dan ibu kemudian di cutt/potong)

Bibirku tersenyum melihat wajah putri cantik dengan binar bola mata sipit yang indah. Mata itu! Selalu saja berhasil membuatku melipat-lipat lembaran kisah. Salsa mewarisi mata ayahnya. Mata ini hanya mampu terpejam menahan sesak.

"Come on, Mom. We must be going," ucap Salsa merajuk sambil menarik lenganku.

(Multiple View; Pengambilan beberapa sudut gambar atau cerita)

Kuikuti putri kecilku yang berlari mengejar seekor kupu-kupu sayap renda berwarna jingga, dalam bahasa latin disebut Cethosia Miryna dan hanya hidup di bumi timur Sulawesi Selatan. Senja itu kami habiskan waktu bersama hingga sayup-sayup terdengar suara adzan mengajak kami meninggalkan temaram taman dengan sudut-sudut cahaya lentera mulai mengambil alih wajah gelap malam.

(Fade Out; Pelahan gambar memudar atau cerita menghilang)

End
Baca Juga

Share This

No comments:

Post a Comment